Thursday, October 27, 2011

BANTAI CALO TIKET KERETA API


Mulai tanggal 1 oktober 2011 kemarin PT Kereta Api (KA) Indonesia meniadakan tiket berdiri atau tiket tanpa tempat duduk untuk kelas ekonomi. Padahal kereta api ekonomi adalah transportasi yang paling terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Sebelumnya, satu gerbong kereta api dapat memuat sekitar 159 orang. Sepertiga dari 159 orang tersebut adalah tiket berdiri.

Dengan adanya kebijakan baru tersebut di harapkan dapat menambah kenyamanan penumpang karena tidak perlu berdiri ataupun tidur di lantai gerbong selama perjalanan. Disisi lain kapasitas penumpang jadi menurun drastis sehingga banyak calon penumpang yang tidak kebagian tiket. Karena terbatasnya tiket maka banyak calo-calo tiket yang bermunculan. Mereka menjual tiket dengan harga yang sangat mahal.

Berdasarkan pengalaman saya, calo bekerja sebagai tim, yaitu:

1.Pencari tiket
Bertugas mencari tiket sebanyak-banyaknya. Dia akan membeli tiket di loket atau dengan menyuruh orang lain untuk membelikan tiket untuknya. Karen kalau dia membeli tiket dengan jumlah yang banyak maka akan dicurigai oleh petugas. Calo bisa mendapatkan 50 lembar tiket atau lebih untuk setiap keberangkatan kereta. Dan menjual tiket itu kembali kepada korban dengan harga 2X lipat bahkan lebih. Apabila tiket yang mereka beli tidak laku, mereka bisa menukarkan tiket tersebut dengan uang sebelum kereta berangkat sejumlah 75% dari harga tiket.

2.Pencari korban
Setiap ada calon penumpang yang keluar dari stasiun, dia akan bertanya tentang tujuan orang tersebut.

Calo : “Mau kemana mas?”
Mas Bowo’ : “Saya mau ke jakarta bung, tapi tiketnya sudah habis ternyata”
Calo : “kalau mau beli di calo ada mas, tapi harganya agak mahal sih. Gimana?”

Adegan selanjutnya jika si calon korban tertarik, maka akan langsung dipertemukan kepada penjual tiket.

2.Penjual tiket
Pada waktu itu saya memang terpaksa membeli tiket di calo karena teman-teman saya bersikeras pengen naik kereta api, walaupun sudah saya sarankan naik bis saja. Maklum bung, mereka cewek jadi bagaimanapun tetap saya usahakan.

Penjual dan pencari tiket bisa jadi orang yang sama, namun yang pasti penjual tiket adalah orang yang paling pintar melakukan penawaran terhadap korban.
Terbukti saat saya melakukan penawaran ‘mati-matian’, dia langsung ‘cuek’ pergi meninggalkan saya dengan pura-pura ‘sok sibuk’. Setelah itu dia kembali lagi untuk menanyakan jadi atau tidak. Setelah saya tawar lagi, dia pura-pura sibuk lagi tanpa menurunkan harga sedikitpun. Seakan-akan dia tidak butuh duit.

“Harga mati mas, gak bisa ditawar lagi.” dia berkata dengan sombongnya.
Kesal juga saya melihat tingkahnya, setelah itu saya pura-pura pergi dan tidak jadi membeli sambil makan di warung angkringan dekat stasiun. Kemudian akhirnya dia yang datang menemui saya dan menyetujui harga yang saya tawarkan.

Penjual angkringan : “habis beli tiket di calo ya mas? Kena tipu berapa?”
Mas Bowo' : "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh"

"Bukan masalah uang sih, tapi entah kenapa rasanya seperti habis kena tipu ratusan juta. Sungguh ku tak rela, tak pernah rela melepaskanmu untuk calo jahanam.."

pesan moral:
jangan pernah berhubungan dengan calo.

jangan coba-coba menangkap mereka sendirian, mereka punya sindikat.

bagi yang mau naik kereta ekonomi, belilah tiket pagi hari pada saat 7 hari sebelum keberangkatan (H-7).

Kalau tidak sempat membeli, mintalah tolong pada teman atau pun saudara untuk membelikan anda tiket.

semoga bermanfaat

Friday, October 21, 2011

Perbedaan Antara Cinta dan Pernikahan

Pada suatu hari, Plato bertanya pada gurunya yang bernama Socrates,


"Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, “Ada ladang bunga yang luas di depan sana. Berjalanlah, tetapi jangan mundur kembali, kemudian ambillah setangkai bunga. Jika kamu menemukan bunga yang kamu anggap paling indah dan menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta.”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun bunga?"

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kupetik bunga tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya bunga-bunga yang kutemukan kemudian tak seindah bunga yang tadi, jadi tak kuambil setangkaipun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab "Ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"


Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan itulah perkawinan"

Cinta itu semakin dicari, semakin tidak ditemukan.

Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika kita dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan berlebihan akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan. Tak ada satupun yang didapat serta tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terima cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta.

Perkawinan merupakan proses mendapatkan kesempatan. Ketika kau mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka kau akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu untuk mendapatkan perkawinan itu. Karena kesempurnaan itu hampa adanya.

http://filsafat.kompasiana.com/2009/06/18/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato/

Wednesday, October 12, 2011

Profesionalisme PNS


PNS (Pegawai Negeri Sipil)yang profesional adalah pegawai yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance pegawai tersebut dalam dalam melakukan pekerjaannya.

Profesionalisme sendiri adalah tampilan tindakan dan kelakuan yang dihargai sebagai standar yang tinggi dari dan oleh suatu profesi. Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.

Profesional tidak pernah lepas dari kata kompetensi, sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh aparatur Negara. Siapa pun yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil, mereka harus bisa menjadi teladan dan panutan masyarakat. Karena pegawai negeri adalah abdi masyarakat, mereka digaji dengan uang rakyat. Dengan kata lain, kita adalah "pelayan" sedangkan rakyat adalah "majikan".



Oleh : Mayor Laut (Kh) H. Husni Atjeh, S.Ag. Akhir-akhir ini kita sering membaca berbagai opini tentang "sepak terjang" Pegawai Negeri Sipil (PNS). Banyak tingkah polah oknum PNS yang mengejutkan kita seperti, berjudi, narkoba, bolos tak masuk kerja, berkeliaran di pasar dan mall perbelanjaan, korupsi uang negara dan lain sebagainya. Perbincangan ini seakan menjadi opini hangat ditengah gegap gempita nikmatnya menjadi PNS. Mengapa menjadi PNS‘begitu nikmat dan asyik? Karena menjadi PNS masa depan so pasti jelas dan terarah. Buktinya, ketika pemerintah di setiap tahun membuka kesempatan kepada warganya untuk melamar menjadi abdi negara, maka dengan segala cara dan kekuatan dikerahkan untuk mendapatkan sebuah kursi empuk masa depan. Ada yang serius belajar mengikuti kursus cepat menjadi CPNS dengan segala modul. Ada yang mengandalkan "macan" (pejabat) di suatu wilayah dan ada yang lebih "gila" sampai menyogok ratusan juta rupiah.


"PNS juga manusia dan bukan malaikat tanpa khilaf serta dosa. Seketat apapun pengawasan melekat yang kita terapkan so pasti terdapat oknum-oknum yang sengaja melanggar kode etik kepegawaian. Pemerintah dan masyarakat tidak membutuhkan PNS yang bermental sakit karena perilaku ini akan memperlambat laju roda pemerintahan dan menjadi racun dalam upaya pencapaian tujuan nasional. Kiprah PNS yang bermental sehat akan menghasilkan karya dan gagasan positif, yang muara akhir terciptanya profesionalisme dalam bekerja. Oleh karena itu untuk mewujudkan sikap profesionalisme yang tinggi maka PNS harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Pertama, menguasai pengetahuan di bidangnya masing-masing, tentunya yang harus dikerjakan meningkatkan pengetahuan, menguasai bidang tugasnya dan efektifitas dalam melaksanakan pekerjaan. Kedua, komitmen pada kualitas, berupa memiliki kecakapan, kesanggupan dalam bekerja dan selalu meningkatkan mutu kerja. Ketiga, mempunyai dedikasi yang tinggi, berupa kebanggaan kepada pekerjaan tanggung jawab terhadap pekerjaan dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dan golongan. Keempat, keinginan untuk membantu, berupa kejujuran, keikhlasan, motivasi, budi luhur yang tinggi, tenggang rasa dan peduli dengan sesama.

Kita berharap citra PNS dimasa yang akan datang senantiasa cemerlang dan gemilang. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga, artinya jangan karena kelakuan segelintir oknum yang melanggar aturan menyebabkan citra PNS yang lain hina di hadapan masyarakat. Masih banyak PNS yang berperilaku mulia, santun, tanggung jawab, amanah, disiplin dan profesional sesuai butir-butir yang termaktub dalam Panca Prasetya Korpri.
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/10/08/16205/mewujudkan_sikap_profesionalisme_pns/

Sunday, October 9, 2011

Tak Kenal Maka Tak Sayang


Mas Bowo’ adalah seorang mahasiswa DIII Akuntansi Pemerintahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara angkatan 2009. Mungkin tak banyak orang yang mengenalnya, selain karena tak pandai bergaul, tapi juga dikarenakan dia bukan orang yang aktif dalam organisasi yang ada di kampus. Memang dia tidak pernah tertarik sama sekali dengan kegiatan-kegiatan di kampus. Selain itu dia juga biasa-biasa saja dikampus, kurang aktif di kelas, tidak terlalu pintar, tidak terlalu rajin, tidak terlalu ganteng, nothing special.

Mas Bowo’ lahir di Pemalang 25 oktober 1990 dengan keadaan kurang sehat, Neneknya selalu mengatakan kalau dia bisa hidup setelah disetrum dulu (Mungkin sejenis alat kedokteran pada masa itu). Bayi lemah itu kini telah tumbuh dewasa dengan sehat dengan kasih sayang orang tuanya. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, dia sangat sadar bahwa dia akan menjadi panutan adik-adiknya. Oleh karena itu, maka dia selalu berusaha keras agar dapat membahagiakan keluarganya.

Mas Bowo’ kecil mempunyai banyak sekali cita-cita, dia pernah ingin jadi Pembalap, Pilot, Presiden, Dokter. Saat SMP dia berganti cita-cita ingin jadi anak band walaupun tak ada bakat sama sekali. Selanjutnya pada saat SMA dia ingin menjadi dokter hewan sesuai dengan keinginan orang tuanya, namun impian itu kandas karena dia tidak bisa masuk jurusan IPA. Setelah lulus SMA dia tidak punya cita-cita sama sekali. Sampai akhirnya dia masuk kuliah dan sadar bahwa tujuan hidupnya adalah menjadi Pegawai Negeri.

Semasa SMA Mas Bowo’ pernah jatuh cinta dengan seorang gadis, tapi entah mengapa sampai sekarang dia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang gadis. Seandainya dia punya sedikit saja keberanian pada waktu itu, mungkin saja dia tidak akan melepaskan gadis itu begitu saja. Semua terjadi karena sebuah alasan.

Tujuannya membuat blog ini sebenarnya adalah karena tugas dari Dosen mata kuliah Etika Profesi. Tugasnya adalah membuat blog dan memposting artikel dengan tema integritas PNS. Sebelumnya dia tidak pernah tertarik menulis blog, tapi akhirnya dia lakukan juga. Sekalian mencari pengalaman baru.
Setelah mengenalnya lebih jauh, semoga kalian dapat menemukan sisi lain darinya. Sisi lain yang dapat membuat anda terkesan.